Argonz's Weblog

My Personal Weblog

  • About Me

    Searching, Reading, Analyzing, Sharing

  • My Facebook

  • My Arsip

  • My Weblog Stats

    • 3,122 hits

Dasar Software Engineering

Posted by argonzdcc on April 13, 2011

Mempelajari software engineering adalah mempelajari proses-proses pembuatan suatu software komputer atau aplikasi. Ada beberapa model proses yang dapat diadopsi untuk menjadi dasar pembuatan aplikasi. Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan mengenai salah satu model yang paling banyak digunakan yaitu model waterfall. Model waterfall sendiri adalah model yang mudah dan fleksibel. Berikut ini gambaran dari model waterfall.

Waterfall

Gambar di atas mendeskripsikan tahap-tahap atau proses mengembangan aplikasi. Berikut adalah penjelasan untuk tiap tahap pengembangan
Analisis
Pada tahap analisis yang biasanya berperan adalah seorang analis sistem. Pada tahap ini, seorang analis sistem akan melakukan analisis kebutuhan dari berbagai aspek. Mulai dari aspek ekonomi, aspek software, aspek hardware, pengguna software (user) dan aspek waktu. Semua hal tersebut di teliti oleh analis sistem dengan melakukan interaksi dengan konsumen.
Perancangan
Dari hasil analisis seorang analis sistem, maka pada tahap perancangan, seorang desiner atau perancang sistem akan membuat rancangan sistem mengunakan tool yang biasa kita kenal dengan istilah CASE (Computer Aide Software Engineering). Seorang perancang sistem dapat memilih salah satu CASE yang paling dia kuasai dalam melakukan perancangan. Beberapa CASE yang paling sering kita dengar adalah Rasional Rose, Visual Paradigm, dan Microsoft Visio. Dengan tool ini seorang desainer dapat mendesain suatu sistem dengan berbagai model desain seperti DAD, Flowchart dan atau UML.
Implementasi
Hasil dari perancangan dari seorang desainer/perancang sistem akan diterjemahkan oleh seorang programmer ke dalam kode program pada tahap implementasi. Seorang programmer dapat menggunakan beberapa bahasa pemrograman sesuai dengan kebutuhan. Tentunya bahasa pemrograman yang harus dikuasai oleh programmer yang bersangkutan. Bahasa pemrograman yang biasa kita dengar adalah Visual Basic, PHP, Java dan sebagainya.
Testing
Setelah programmer selesai membuat aplikasi, maka seorang tester telah menunggu untuk melakukan testing terhadap aplikasi yang baru saja dibuat tersebut. Seorang tester melakukan testing dengan mengacu kepada hasil analisis dari analis sistem. Jika program aplikasi atau sistem yang di uji tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan maka dapat di serahkan kepada konsumen. Namun jika tidak maka seorang tester akan membuat sebuah laporan hasil test mengenai kesalahan yang terdapat pada sistem dan menyerahkannya salah salah satu tim pengembang yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, apakah kepada analis sistem, perancang sistem ataupu kepada programmer.
Maintenance
Setelah aplikasi telah jadi dan telah digunakan oleh konsumen. Maka tim pengembang tidak serta merta meninggalkan konsumen begitu saja. Karena diperlukan maintenance yang biasanya oleh software house memberikan garansi atas produk aplikasi tersebut untuk jangka waktu tertentu. Sehingga konsumen akan merasa puas dengan hasil aplikasi yang mereka beli.

Itulah secara garis besar yang terjadi dalam proses software engineering. Nah pada tulisan berikutnya saya akan mencoba menjelaskan setiap tahap secara lugas, tuntas dan terpercaya, hehehe iklan kali yah..! Terima Kasih telah berkunjung di Blog saya !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.